Sejarah Akuntansi di Dunia dan Indonesia, Anak Akun Harus Tahu!

Akuntansi merupakan sebuah disiplin ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan diketahui. Karena konsep – konsep keilmuannya sangat bagus, terutama yang terkait dengan pengaturan – pengaturan keuangan.

Tidak dinafikkan jika dinamika ini merupakan unsur terpenting dalam sendi – sendi kehidupan. Logika sederhananya adalah apa jadinya dunia ini jika tak ada uang. Walaupun tujuan hidup tak semata – mata untuk uang.

Apalagi di saat ini dimana sistem barter sudah tak lagi berlaku karena semuanya sudah bisa diukur dengan uang. Namun jangan khawatir, anda masih bisa bermain judi joker388 menggunakan uang asli dengan berbagai macam metode transaksi loh.

Karena situasi ini, maka keteraturan keuangan juga perlu dijaga dan dilestarikan. Sama artinya ilmu akuntansi juga perlu diajarkan kepada semua orang.

Terutama untuk kalangan mahasiswa maupun masyarakat dan pemilik bisnis yang memang secara langsung berinteraksi dengan pengelolaan keuangan.

Sejarah Akuntansi di Dunia dan di Indonesia

Sejarah Akuntansi di Dunia dan di Indonesia

Menurut sejarahnya ilmu akuntansi muncul pertama kali pada tahun 1494. Yang mana di kala itu ada seorang matematikawan  bernama Luca Paciolo yang berhasil membukukan pencatatan keuangan dengan model berpasangan.

Buku yang dicetak oleh matematikawan sekaligus pemuka agama ini diberi nama atau judul Summa De Arithmetica Proportioni et Proportionita. Isi dari buku adalah metode pembelajaran cara mengelola keuangan yang dibuat secara khusus untuk para usahawan di kala itu.

Pada awal kemunculan akuntansi, masih belum diberi nama itu melainkan disebut dengan istilah Sistem Pembukuan Berpasangan. Awal munculnya sistem ini ditemukan pertama kali di Eropa Barat. Karena memang di sanalah si penemu pertama menyebarkannya sebagai pembelajaran kepada pebisnis.

Namun beberapa waktu kemudian, sistem pembukuan berpasangan mulai dikenal di banyak negara-negara besar yang lainnya. Bahkan negara sekelas Amerika Serikat juga menggunakannya sekalipun dengan nama yang berbeda. Di Amerika sistem pembukuan disebut sistem Anglo Saxon.

Selain Amerika Serikat, Belanda juga mengadopsi ilmu pembukuan berpasangan. Negara ini menamakannya Pembukuan Sistem Kontinental. Tentu pertanyaan sederhananya, mengapa sistem pembukuan yang sama tetapi memiliki nama yang berbeda-beda?

Sesungguhnya sistem pembukuan berpasangan yang sudah menyebar di Eropa barat mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Tak heran banyak masyarakat eropa yang melakukan proses Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya agar memiliki akun untuk main game slot duit asli deposit pulsa.

Terutama di jaman-jaman pertengahan, yang mana di kala itu terjadi perpindahan progres perdagangan dari Venesia Italia ke Eropa barat. Bahkan Inggris sempat menjadi pusat perdagangan di masa revolusi industri ini.

Karena eksodus para pedagang yang terbiasa melakukan pencatatan pembukuan, maka pembukuan mulai berkembang sistem akuntansi yang beredar di Inggris di kala itu yaitu sistem pembukuan berpasangan, yang nama inggris-nya sudah dijelaskan di atas.

Karena perkembangan inilah, maka muncul versi-versi baru dengan nama yang berbeda. Versi-versi inilah yang sejatinya mulai dikenal dengan istilah kontinental di Belanda dan Anglo Saxon 2 di Amerika. Ini terjadi kira-kira pada abad ke 19.

Di abad ke 19, Amerika Serikat mempatenkan teori Anglo  Saxon 2 menjadi teori yang lebih komprehensif yang disebut dengan istilah Teori accounting dan ini yang dianggap cikal bakal lahirnya teori akuntasi modern.

Teori ini mulai berkembang pesat di awal abad 20, yang mana di kala itu, Amerika Serikat sudah mengenal komputer, yang membuat pengaplikasian akuntansi menjadi lebih mudah. Tak hanya itu, penambahan teori di dalam pembukuan tersebut juga semakin diperkuat.

Maka dari itu, saat ini, bisa ditemukan teori akuntansi sebagai disiplin ilmu pengelolaan keuangan yang kompleks dan seakan final. Karena segala bentuk pengelolaan finansial dari yang tradisional hingga kontemporer ada di sana.

Sejarah akuntansi di Indonesia dinyatakan muncul pertama kali di abad 1642, yang mana di kala itu, masyarakat tradisional sudah mengenal pencatatan keuangan termasuk kalkulasi laba rugi.

Kemampuan ini dibawa oleh pedagang-pedagang dari luar negeri yang memang menjajakan barang dagangannya di Indonesia. Bahkan di negeri ini juga banyak yang menyukai slot online terbaru yang bisa menghasilkan uang asli.

Negara  yang dianggap pertama kali mengenalkan konsep akuntasi di Indonesia adalah Belanda, Portugis dan Spanyol. Menurut kabarnya negara-negara ini mendapatkan pengetahuan tersebut dari Romawi di abad sebelumnya.

Sekalipun sudah lama masyarakat mengenal sistem pencatatan keuangan, karena banyak belajar dari pedagang, tetapi ilmu ini benar-benar diterapkan pada tahun 1642. Bahkan dari bukti-bukti sejarah yang ditemukan, ternyata akuntansi pertama kali digunakan di Indonesia pada tahun 1747.

Namun teori ini masih dilaksanakan secara parsial saja. Bahkan dianggap teori akuntansi yang dipakai tidak terlalu utuh dan jelas. Baru pada tahun 1870 akuntansi mulai dijalankan dengan lebih serius pasca dihapuskannya PP Tanam Paksa.

Ketika peraturan tersebut dihapuskan, maka banyak sekali investor asing terutama Belanda yang menanamkan modalnya Di Indonesia. Maka dari itu, demi keteraturan finansial, teori akuntansi pun mulai digunakan di tanah air.