Sejarah Hari Guru, Hari Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Lirik lagi dari Hymne Guru pasti sudah tak asing lagi di telinga kita semua apalagi anak – anak Indonesia. Sejak TK sampai dengan SMA, lagu buatan Sartono itu memang tak pernah terlewatkan apalagi saat acara wisuda siswa.

Hari guru selalu diperingati setiap tanggal 25 Oktober yang juga bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI.

Peringatan hari guru secara resmi ditetapkan di tahun 1994 lewat keputusan Presiden Nomor 78 di Tahun 1994 mengenai Hari Guru Nasional.

Karena pentingnya peranan guru, tak heran jika Sartono menggambarkannya dengan pelita dalam kegelapan serta embun penyejuk dalam kehausan.

Untuk menjelang peringatan Hari Guru pertama kalinya, Menteri Pendidikan serta kebudayaan pada saar itu yang bernama Wardjiman Djojonegoro berkata bahwa semua prestasi yang ada di dalam pendidikan tidak lepas dari seorang guru.

Wardiman berkata kalau guru adalah kunci utama dari pembangunan sumber daya manusia serta jadi teladan baik untuk peserta didik dan juga masyarakat sekitarnya.

Pemilihan Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan ulang tahun PGRI ini dipandang untuk upaya mewujudkan penghormatan kepada guru.

Sebelum namanya berganti, organisasi guru itu dinamakan dengan Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB. PGHB sendiri adalah organisasi yang emwadahi perjuangan para guru pribumi di saat zxaman Belanda yang beranggotakan Guru Bantu, Kepala Sekolah, Guru Desa, serta pemilik sekolah.

Biasanya, para guru yang bergabung ke dalam PGHB memiliki tugas di sekolah Desa serta Sekolah Rakyat angka dua.

Tujuan berdirinya organisasi itu adalah untuk mendorong para guru pribumi dalam memperjuangkan persamaan hak serta posisi dengan pihak Belanda. Di tahun 1932, nama PGHB lalu diubah jadi Persatuan Guru Indonesia atau PGI.

Di saat zaman pendudukan Jepang, PGI pun dilarang untuk melakukan berbagai aktivitas dikarenakan adanya larangan segala jenis organisasi.

Sesudah Indonesia merdeka, lalu diadakan lah Kongres Guru Indonesia di tanggal 24 sampai dengan 25 November 1945 di Surakarta. Pada kongres itu, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru yang ada di Indonesia.

Lalu di tahun ini, Haru Guru Nasional 2021 mengusung tema Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek juga sudah merilis logo dari peringatan Hari Guru Nasional 2021 ini.

Logo peringatan Hari Guru Nasional 2021 tersebut memiliki simbol dengan bentuk hati serta ada ilustrasi berwarna – warni.

Kemendikbudristek juga sudah menyediakan 2 buah logo HGB 2021 yang bisa diunduh serta bisa digunakan oleh masyarakat.

Itulah bagaimana sejarah dari Hari Guru yang baru saja kita rayakan belum lama kemarin. Terimakasih para guru!